kantorbolakantorbolakantorbolakantorbolakantorbola77kantorbola77kantorbola77kantorbola88kantorbola88kantorbola88kantorbola99kantorbola99kantorbola99

Hidup Ini Terlalu Banyak Kamu (2024) 5.5

5.5
Trailer

Nonton Film Hidup Ini Terlalu Banyak Kamu (2024) | REBAHIN

Nonton Film Hidup Ini Terlalu Banyak Kamu (2024) –Hidup ini Terlalu Banyak Kamu, yang mengadaptasi novel berjudul sama karya Pidi Baiq, menyimpan potensi untuk menggali hubungan romantis kompleks yang dipisahkan oleh jarak usia. Sayangnya di tangan Pidi (turut menulis naskah bersama Titien Wattimena), film ini sebatas melahirkan “Dilan baru” yang lebih tidak cheesy, sedikit mendewasa, tapi tanpa tambahan kedalaman.Nama protagonisnya adalah Sadali (Ajil Ditto), yang hendak merantau ke Yogyakarta dari kampung halamannya di Bukittinggi, demi mengejar cita-cita sebagai pelukis. Si seniman muda memenuhi rumahnya dengan corat-coret tulisan, dan saat mendapat pertanyaan “Ingin mencari tempat tinggal seperti apa?”, Sadali menjawab, “Tempat yang ada pintunya”. Eksentrik. Karakter yang “sangat Pidi”.

Sebelum kepergiannya, Sadali bersedia terlebih dulu menjalani perjodohan dengan Arnaza (Hanggini). Walau semua diatur oleh orang tua masing-masing, mereka saling mencintai dan bersedia melakukan ta’aruf. Sadali yang diterima berkuliah di ISI berjanji bakal segera pulang setelah lulus untuk menikahi Arnaza.Tapi janji itu segera menemukan ujian tatkala Sadali bertemu Mera (Adinia Wirasti), pemilik rumah yang ia sewa di Yogyakarta. Mera juga penyuka seni. Dia bahkan membuka galeri di dekat cafe miliknya. Sadali pun terpikat pada pandangan pertama, meski Mera berusia jauh lebih tua darinya, pula telah memiliki putri hasil pernikahannya dengan seorang WNA yang sedang melalui proses perceraian.

Apa yang membuat perempuan seperti Mera, yang sudah kenyang makan asam garam kehidupan, cukup mapan dalam karir, serta baru saja terluka oleh hubungan cinta akibat tipu daya sang suami, dapat terpikat oleh pemuda bau kencur seperti Sadali? Naskahnya tak sanggup memberi penjelasan secara meyakinkan. Mera bukan gadis SMA seperti Milea. Kata-kata gombal nyeleneh takkan semudah itu membuai hatinya.Presentasi Hidup ini Terlalu Banyak Kamu sejatinya amat rapi. Bukan cuma kerapian perihal penanganan teknis, pula penuturan. Kuntz Agus selaku sutradara memang punya kemampuan bercerita yang baik. Pendekatan naskahnya yang cenderung minim konflik besar justru mampu Kuntz manfaatkan. Menonton film ini terasa seperti sedang berjalan-jalan santai menikmati suasana sore yang nyaman di Yogyakarta.

Jangan lupa untuk selalu cek Film terbaru kami di REBAHIN.